Puisi Untuk Ibu Tercinta Tersayang Segalanya

Advertisement
Advertisement
Puisi Untuk Ibu - Apalah artinya puisi ini, apalah maknanya seribu puisi ini semuanya tak akan cukup untuk membalas jasa seorang Ibu, orang yang paling hebat, orang yang paling kuat di antara orang-orang kuat ciptaanNya. Tanpa puisi pun ibu akan tetap mendoakan anaknya yang terbaik tapi setidaknya kita bisa membuat Ibu tersenyum kecil yang manis ketika membaca atau mendengar puisi yang kita bacakan.

Sebagai inspirasi buat teman-teman mari simak saja langsung beberapa puisi untuk ibu berikut di bawah ini.


 

SAAT AKU MENYATU DALAM TUBUHMU

by: Nurllena

Ketika dulu aku masih menyatu dalam ragamu..
Ku temukan Sebuah kehangatan serta keindahan di dunia itu..
Kemanapun jejak kakimu melangkah, ragaku selalu ikut menyatu dalam tubuhmu..
Tak sedikutpun aku rasakan keluhanmu dengan kehadiranku di tubuhmu yang ku anggap itu adalah duniaku..

Dan hanya suara kasih sayanglah yang selalu kudengar dalam menanti kehadiranku..
Hingga tibah saatnya..
Tuhan menakdirkan aku untuk keluar dari kenyamananku menuju pada dunia baru..
Gema suara adzan yang pertama kali kudengar telah menyambut kedatanganku didunia baru ini ialah ayahku..
Tuhan.. Seperti inikah dunia yang ingin kau perkenalkan padaku.
Dunia yang penuh dengan tantangan dan ujian dalam menggapai Ridho-Mu..
Tapi lewat ajaranmulah untuk menyuruhku berbakti pada kedua orangtuaku hingga aku bisa menggapai Ridho-Mu..

Teruntuk ibuku,,,
terimakasih atas kasih sayang yang selama ini kau berikan padaku.
Engkau adalah syurgaku akhiratku..

Teruntuk ayahku,,,
terimakasih atas tetesan keringat yang kau korbankan demi menghidupiku melengkapi semua kebutuhanku dan engkau dalah syurga duniaku…
Maka aku butuh ibu dan ayahku agar aku bisa mendapatkan syurga dunia dan akhiratku…


Guru Samudera


Kita ini tuna muda di tengah samudera,
Tak tahu apa selain koloni saja,
Spesies luar begitu asing,
Dunia ramai kejam dan selalu bising,

Kau buka dengan pena,
Tabir misteri generasi kita, Kau bilang itu semua cakrawala,
Luasnya ilmu Sang Pencipta,

Jubahmu telah memudar bu,
Tapi jasamu untukku,
Jadi jalan memakmurkan hidupku. Selamanya
(Untuk Ibu Guru ku)


Kesunyian Ibu


Dahinya adalah jejak sujud yang panjang
Perjalanan waktu membekas di pelupuk matanya
Derai air mata di pipinya telah mengering
Tanpa sisa, tanpa ada yang menduga

Ia memilih jalan sunyi untuk bertanya
Hiruk pikuk untuk tersenyum di beranda derita
Menjerit saat lelap berkuasa Berdoa bukan untuk dirinya



Kerinduan


Gerimis bertaut membasahi tubuh
Rinainya jatuh menjadi tangisan dimataku
Rasa ini membeku…
Membatu mengingat kisah lalu
Saatku lincah nan lugu, Waktu kecilku..

Biarlah nafasku bercerita tentangmu
Bersajak indah memanggil namamu Ibu..
Aku teramat merindukanmu
Aku rindu.. Rindu masa itu..
Rindu saat ibu menimangku..
Berbisik doa merajut sanubariku..

Semoga ibu disana tersenyum bahagia selalu..
Doa anakmu yang selalu menyertaimu..


Ibu Yang Hebat Untukku


Tuhan menciptakan ibu yang hebat,,
ibu yang ngga pernah menua,,

Dia membuat senyumannya seperti cahaya ,,
dan Dia menjaga hatinya seperti emas,,
dalam matanya terpancar sinar bintang yang berkilau,,
dalam wajahnya terdapat banyak bunga yang indah,,

Tuhan menciptakan ibu yang hebat,,
dan Dia memberi ibu itu untukku,,

Penelusuran yang terkait dengan puisi untuk ibu, puisi sedih untuk ibu, puisi pendek untuk ibu, puisi untuk ibu dan ayah, puisi untuk ibu tercinta, puisi untuk ibu yang telah tiada, puisi untuk sahabat, puisi untuk hari ibu.

Advertisement

Tambahkan Puisi !!!