Di Tanyakan Kepadanya Karya Emha Ainun Najib (Cak Nun)

Advertisement
Advertisement
Puisi Cak Nun - Karya karyanya begitu menyentuh hati, tutur kata yang halus merangkai kata yang baik serta mengkritik yang asyik itulah karya-karya puisi cak nun, dan salah satunya puisi berikut di bawah ini yang menjadi pembuka di blog ini, mari kita simak saja langsung puisinya.


DITANYAKAN KEPADANYA


Oleh :
Emha Ainun Najib

Ditanyakan kepadanya siapakah pencuri

Jawabnya: ialah pisang yang berbuah mangga

Tak demikian Allah menata

Maka berdusta ia

Ditanyakan kepadanya siapakah penumpuk harta

Jawabnya: ialah matahari yang tak bercahaya

Tak demikian sunnatullah berkata

Maka berdusta ia

Ditanyakan kepadanya siapakah pemalas

Jawabnya: bumi yang memperlambat waktu edarnya

Menjadi kacaulah sistem alam semesta

Maka berdusta ia

Ditanyakan kepadanya sapakah penindas

Jawabnya: ialah gunung berapi masuk kota

Dilanggarnya tradisi alam dan manusia

Maka berdusta ia

Ditanyakan kepadanya siapa pemanja kebebasan

Ialah burung terbang tinggi menuju matahari

Burung Allah tak sedia bunuh diri

Maka berdusta ia

Ditanyakan kepadanya siapa orang lalai

Ialah siang yang tak bergilir ke malam hari

Sedangkan Allah sedemikian rupa mengelola

Maka berdusta ia

Ditanyakan kepadanya siapa orang ingkar

Ialah air yang mengalir ke angkasa

Padahal telah ditetapkan hukum alam benda

Maka berdusta ia

Kemudian siapakah penguasa yang tak memimpin

Ialah benalu raksasa yang memenuhi ladang

Orang wajib menebangnya

Agar tak berdusta ia

Kemudian siapakah orang lemah perjuangan

Ialah api yang tak membakar keringnya dedaunan

Orang harus menggertak jiwanya

Agar tak berdusta ia

Kemudian siapakah pedagang penyihir

Ialah kijang kencana berlari di atas air

Orang harus meninggalkannya

Agar tak berdusta ia

Adapun siapakah budak kepentingan pribadi

Ialah babi yang meminum air kencingnya sendiri

Orang harus melemparkan batu ke tengkuknya

Agar tak berdusta ia

Dan akhirnya siapakah orang tak paham cinta

Ialah burung yang tertidur di kubangan kerbau

Nyanyikan puisi di telinganya

Agar tak berdusta ia

1988

Baca juga : Doa Sehelai Daun Kering

Advertisement

Tambahkan Puisi !!!